December 2, 2022

Tips Ini Akan Menjawab Pertanyaan Kamu Mengenai Solo Travelling


Pernah gak kamu merasa kalau travelling bareng itu membosankan? Baik travelling bareng keluarga maupun teman-teman. Atau bahkan kurang seru karena harus mengikuti keputusan mayoritas? Pernah gak kamu kepikiran untuk travelling sendirian? Misalnya, ingin mencoba hal baru. Atau mencari pengalaman baru. Atau mungkin ingin belajar mandiri? Bepergian sendirian atau solo travelling merupakan salah satu tren yang lagi terkenal, loh.

Solo travelling itu seru dan menyenangkan, loh.

Kalau kamu penasaran tentang solo travelling, pas banget, nih. Terlebih lagi kalau kamu kepikiran ingin travelling sendirian. Selamat! Kamu datang ke tempat yang tepat. Kenapa? Karena artikel ini akan menjawab dan membahas beberapa pertanyaan mengenai solo travelling, nih. Jadi, apalagi yang kamu tunggu? Yuk, kita intip satu per satu.

Apa saja sih alasan solo travellers bepergian sendirian?

Pernah gak kamu merasa kalau bepergian bersama bisa melelahkan? Baik bersama keluarga maupun teman-teman. Kurang seru? Atau bahkan mengesalkan? Perasaan-perasaan tersebut bisa muncul saat bepergian bersama. Karena segala keputusan yang di ambil cenderung berdasarkan keputusan mayoritas.

Bahkan, hal-hal kecil pun harus didiskusikan terlebih dahulu. Seperti mau makan di mana. Atau kegiatan apa lagi yang akan dilakukan. Padahal kan bisa saja kamu punya rencana lain. Rencana yang menurut kamu lebih seru.

Atau mungkin kamu memang punya keinginan untuk solo travelling? Apakah kamu berencana untuk solo travelling? Karena kamu ingin mencoba hal baru? Ingin merasakan pengalaman baru? Atau ingin belajar agar lebih mandiri? Atau kamu punya alasan kamu tersendiri? Alasan yang mendorong kamu berencana untuk solo travelling, tentunya.

Pertanyaan yang pertama ini cukup sering ditanyakan. Baik bagi mereka yang ingin tahu mengenai solo travelling ataupun berencana untuk melakukannya.

Sebenarnya, alasan mereka untuk bepergian sendirian cukup bervariasi. Karena setiap orang memiliki alasan dan tujuannya tersendiri. Misalnya, mereka ingin “me time”. Atau ingin menikmati perjalanan sendirian. Ataupun ingin menambah pengalaman. Karena gak sedikit juga, loh, orang yang senang bepergian sendirian. Terutama mereka yang ingin merasa bebas untuk pergi kemana saja dan kapan saja.

Nah, kalau alasan kamu untuk bepergian sendirian apa, nih?

Apakah berbicara dengan warga lokal saat solo travelling itu penting?

Pertanyaan kedua ini juga sering ditanyakan oleh calon solo travellers. Terlebih lagi, kalau mereka ingin travelling ke luar kota atau ke luar negeri. Penting atau tidaknya berbicara dengan warga lokal saat solo travelling itu tergantung. Tergantung pada keinginan dan kebutuhan kamu.

Sebagai contoh, kamu boleh bertegur sapa dan mengobrol ringan dengan mereka. Tentu saja itu merupakan hal yang baik. Terlebih lagi kalau kamu bisa berbicara bahasa lokal. Hal ini akan membantu kamu dan mereka dalam berkomunikasi.

Contoh lainnya yaitu ketika kamu ingin menanyakan alamat atau arah. Tidak ada cara lain selain berbicara dengan warga lokal. Terutama bagi kamu yang kesulitan membaca peta. Boleh saja kamu mencari alamat di peta. Baik peta fisik maupun peta online atau peta yang ada di aplikasi yang tersedia di ponsel kamu.

Namun, kamu tidak boleh lupa. Terkadang bisa terjadi kesalahan atau error. Jadi, jangan hanya mengandalkan satu sumber saja, ya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, akan lebih baik bagi kamu untuk bertanya langsung kepada warga lokal. Terkadang mengobrol dengan warga lokal itu bisa menjadi suatu hal yang menyenangkan, loh. Karena kamu bisa mendapatkan informasi dan bahkan pengalaman baru.

Apakah kita harus mempelajari bahasa daerah atau negara yang akan kita kunjungi?

Pertanyaan ketiga ini juga sering ditanyakan. Terutama jika kamu berniat untuk pergi liburan ke tempat baru. Seperti daerah atau negara yang belum kamu kuasai bahasanya.

Oleh sebab itu, akan lebih baik jika kamu mempelajari bahasa daerah atau negara yang akan kamu kunjungi. Tenang. Kamu tidak harus mempelajari bahasanya secara keseluruhan, kok. Kamu cukup mempelajari bahasa-bahasa dasar yang digunakan sehari-hari. Kecuali kalau kamu memang memiliki keinginan untuk mempelajari bahasa tersebut, ya.

Selain itu, kamu juga harus mempelajari kosa kata yang berkaitan dengan travel. Karena hal ini bisa memudahkan kamu. Jangan khawatir. Di jaman sekarang yang serba canggih ini, kamu bisa menggunakan berbagai macam aplikasi penerjemah.

Namun, tidak dapat dipungkiri kalau terkadang aplikasi penerjemah pun bisa melakukan kesalahan. Kesalahan penerjemahan yang dilakukan oleh aplikasi penerjemah tentu saja bisa berdampak buruk karena dapat menyebabkan kesalahpahaman.

Untuk mengatasi ini, kamu bisa mencoba untuk mempelajari bahasa tersebut. Sedikit demi sedikit sebelum keberangkatan kamu. Oleh sebab itu, saat sampai di tempat tujuan, setidaknya kamu sudah menguasai beberapa kosa kata. Atau kamu sudah bisa melakukan percakapan sederhana dengan warga lokal di sana. Selain itu, kamu juga bisa membeli kamus fisik bahasa dan membawanya saat travelling. Kamu bisa membeli kamus fisik disini.

Gimana sih cara mengatasi kesepian saat solo travelling?

Pertanyaan pertama ini merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan. Oleh karena itu, kamu gak perlu khawatir soal ini. Karena rasa kesepian saat bepergian sendiri kemungkinan besar pasti akan kamu rasakan. Terlebih lagi saat kamu melihat orang lain yang bepergian bersama keluarga dan teman-temannya.

Saat kamu merasa kesepian, kamu harus ingat tujuan kamu untuk solo travelling. Kamu bisa menjadikan solo travelling sebagai cara untuk “me time” dan menikmati perjalanan dengan diri kamu sendiri.

Kalau kamu masih merasa kesepian, jangan khawatir. Kamu bisa jalan-jalan dan mencoba untuk berkomunikasi dengan orang lain. Misalnya warga lokal atau bahkan sesama solo travellers lainnya.

Wah, sepertinya akan sangat seru, ya, kalau kamu bisa bertemu dengan solo travellers lain. Kamu bisa berbagi pengalaman dan cerita dengan solo travellers yang kamu temui. Tentu saja kalau kamu dan mereka sedang dalam keadaan yang santai, ya! Jangan sampai mengganggu aktivitas kamu maupun mereka.

Selain berkomunikasi dengan orang lain, kamu juga bisa mengatasi kesepian saat solo travelling dengan fokus pada diri kamu sendiri dan daftar aktivitas yang ingin kamu lakukan. Sebelum kamu pergi travelling, kamu pasti sudah membuat daftar kegiatan yang ingin kamu lakukan, kan?

Kalau begitu, ayo fokus kepada tujuan kamu. Jangan sampai kamu terdistraksi oleh keadaan sekitar, ya!

Kalau kamu sudah melakukan semua aktivitas yang ingin kamu lakukan, kamu bisa coba aktivitas-aktivitas ini.

Atau kalau kamu berencana untuk solo travelling tapi masih belum tahu mau pergi kemana, kamu bisa baca beberapa rekomendasinya disini, ya.

Gimana sih cara agar tetap aman saat solo travelling?

Hal pertama yang harus kamu lakukan yaitu kamu harus melakukan research. Terutama research mengenai tempat tujuan yang ingin kamu datangi. Baik itu kota atau negara. Research disini artinya kamu harus mencari tahu hal-hal mengenai kota atau negara yang ingin kamu kunjungi.

Kamu harus memastikan bahwa tempat tersebut aman. Terlebih lagi untuk dikunjungi oleh turis asing atau turis lokal. Karena kamu akan bepergian sendirian, kamu juga harus memastikan bahwa tempat tersebut aman untuk dikunjungi oleh solo travellers.

Selain itu, kamu juga harus mengetahui budaya-budaya di daerah yang akan kamu kunjungi. Setidaknya budaya-budaya dasar seperti hal-hal yang dianggap sopan di daerah tersebut, dan hal-hal lainnya.

Selanjutnya, hal kedua yang bisa kamu lakukan saat sudah sampai di tempat yaitu mencoba untuk berbaur dengan warga lokal. Jangan terlalu menunjukkan bahwa kamu adalah seorang turis. Apalagi turis yang sendirian. Kamu harus bersikap natural.

Tentu saja kamu terlihat berbeda dari warga lokal. Akan tetapi, meskipun begitu, setidaknya jangan sampai terlihat kebingungan di tempat umum. Karena hal ini bisa membahayakan kamu. Oleh karena itu, akan lebih baik kalau kamu bisa berbaur dengan warga lokal. Selain itu, berbaurlah dengan lingkungan sekitar, ya. Dengan begitu, kamu bisa solo travelling dengan aman dan nyaman.

Selanjutnya, hal ketiga yaitu habiskanlah sebagian besar waktu kamu di tempat yang ramai. Selain itu, di tempat yang banyak orang. Hal tersebut sangatlah penting. Terutama saat di malam hari. Akan lebih baik bagi kamu untuk melakukan hal-hal tersebut. Dengan begitu, kamu bisa meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

Apa saja yang harus disiapkan saat ingin solo travelling?

Saat kamu ingin bepergian sendirian, ada beberapa hal yang harus kamu siapkan. Pertama, kamu harus menyiapkan diri kamu. Bepergian sendiri itu memang bisa jadi menyenangkan. Akan tetapi, dibalik manfaat dan segala keseruannya, ada juga resikonya. Oleh karena itu, kamu harus mempersiapkan diri sebelum kamu pergi. Persiapkan diri kamu dengan baik ya!

Selanjutnya, kamu harus mempersiapkan segala keperluan. Keperluan yang akan kamu butuhkan nantinya. Jangan sampai ada yang ketinggalan, ya!

Selanjutnya, hal ketiga yang harus kamu siapkan yaitu fisik dan mental kamu. Terutama kalau ini adalah kali pertamanya kamu bepergian sendirian. Kamu bisa mengolah fisik kamu. Misalnya dengan berolahraga agar tubuh kamu fit. Hal ini cukup penting, loh. Apalagi kalau kamu ingin bepergian ke tempat yang mengharuskan kamu untuk banyak bergerak. Misalnya seperti hiking, trekking, atau camping. Selain itu, berjalan-jalan di pinggir pantai juga bisa menguras energi kamu.

Selain berolahraga, kamu juga harus tidur dengan teratur, nih, supaya tubuh kamu semakin fit dan berenergi. Kalau kamu suka begadang, sebaiknya kamu kurangi dulu, nih, begadangnya. Terutama saat kamu mulai mendekati waktu travelling kamu.

Oleh karena itu, akan lebih baik kalau kamu tidur lebih awal agar bisa bangun dengan fresh saat di pagi hari. Akan lebih baik juga kalau kamu bisa jogging atau lari pagi. Selain dari mendapatkan tubuh yang fit, tubuh dan pikiran kamu juga akan terasa lebih fresh dan rileks karena udara di pagi hari yang kamu hirup bisa memberikan efek yang sehat dan menenangkan. Terutama jika ada banyak pohon dan tanaman di sekitar tempat kamu melakukan lari pagi.

Nah, yang terakhir nih. Karena sekarang masih pandemi, jangan lupa untuk membawa keperluan kesehatan yang harus kamu bawa saat pandemi, ya.

Apakah mungkin untuk berinteraksi dengan sesama turis atau warga lokal saat solo travelling?

Hal ini sangat mungkin apabila situasi dan kondisinya memungkinkan. Kalau turis atau warga lokal tersebut sedang memiliki waktu luang, mungkin saja mereka mau berinteraksi dengan kamu. Siapa tahu turis tersebut merupakan solo traveller juga, sama seperti kamu.

Terkadang, di beberapa tempat tertentu, warga lokal akan menyambut turis dengan ramah. Bahkan mereka akan merasa senang apabila diajak berinteraksi atau mengobrol. Terkadang mereka akan menceritakan hal-hal yang berkaitan dengan tempat tinggal mereka.

Misalnya, mereka akan menceritakan tentang warga lokalnya. Kemudian, kegiatan sehari-hari yang mereka lakukan. Atau makanan dan minuman khas daerah tersebut. Mereka juga mungkin membahas kegiatan atau aktivitas yang bisa dilakukan oleh turis. Bahkan tempat-tempat wisata khas daerah tersebut, termasuk tempat-tempat wisata yang belum banyak diketahui oleh banyak orang namun tetap bisa dikunjungi oleh turis.

Wah, terdengar sangat menyenangkan, bukan? Kamu bisa mendapatkan banyak informasi dan pengalaman baru langsung dari warga lokal. Hal ini akan menjadi jauh lebih berguna kalau kamu pergi travelling sendirian ke luar negeri.


Nah, artikel ini sudah menyediakan jawaban-jawaban dari beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan oleh kebanyakan orang mengenai solo travelling, nih. Untuk kali ini, hanya ini yang bisa dibahas oleh artikel ini. Semoga perjalanan solo travelling kamu aman, nyaman, dan menyenangkan, ya!


Name: Dyes Ayuning Tyas

Reading time: 7 minutes.

Word count: 1714 words.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *