December 1, 2022

Suka Membeli Pakaian dari Distro? Ini dia Keunikan dan Sejarah Distro

Penulis dengan baju distro.

Mari intip sejarah distro, toko baju yang digandrungi anak muda serta sejarahnya hingga sekarang.

Kawan-kawan semua yang suka beli baju pasti tahu tentang distro kan? Atau mungkin pernah dengar kata “clothing”? Desainnya yang unik dan kualitasnya yang bagus bikin kita ingin beli baju terus.

Kalau kita beli baju di distro biasanya ada kesan keren dan unik yang menempel. Bisa kita lihat dari barangnya yang limited edition dan desainnya yang gak pernah ketinggalan zaman.

Di balik keunikan dan kerennya distro ternyata ada sejarah yang unik dan menarik juga, loh. Jadi seperti apa sih sejarah distro itu? Dan kenapa mereka begitu unik dan terlihat beda?

Apa itu Distro dan Clothing?

Sebelum masuk ke sejarah distro, kita harus berkenalan dengan dua istilah terlebih dulu: distro dan clothing.

Distro itu sendiri berasal dari 2 kata bahasa Inggris yaitu distribution store. Artinya adalah toko yang menjual barang-barang titipan. Titipan yang dijual oleh distro di Indonesia biasanya berasal dari komunitas anak muda.

Konsep distro yang kita kenal sekarang punya banyak hubungan sejarah dengan komunitas-komunitas anak muda.

Clothing sendiri dalam bahasa Inggris sebenarnya hanya berarti pakaian. Tapi ketika membahas fashion di Indonesia clothing merujuk ke usaha produksi pakaian tertentu.

Usaha-usaha clothing ini biasanya memproduksi kaos, jaket, topi, dan kebutuhan fashion lainnya.

Barang-barang dari usaha clothing ini dititpkan untuk dijual di distro.

Singkatnya, toko-toko distro adalah tempat untuk berjualan barang-barang dari usaha-usaha clothing seperti Ouval Research dan unkl347. Namun pada perkembangannya, banyak juga distro yang mempunyai merek clothing tersendiri sehingga kedua kata ini saling terikat satu sama lain.

Distro di Jalan Trunojoyo, Bandung. (Sumber foto: metrum.co.id, greatnesya.id)

Sejarah Kemunculan Distro

Konsep distro dan usaha clothing yang muncul di Indonesia terinspirasi oleh budaya street culture dari luar negeri. Budaya fashion seperti Harajuku dari Jepang ataupun Punk, Skaters, Rocker, dsb dari Barat sangat menginspirasi kemunculan konsep distro.

Meskipun terinspirasi dari luar, konsep distro ini sebenarnya merupakan fenomena lokal yang dibuat oleh anak muda Indonesia tahun 90an. Mereka membentuk komunitas-komunitas berdasarkan gaya hidup, selera musik, sampai ke aliran pemikiran tertentu.

Banyak anak-anak muda yang ingin tampil beda sehingga muncullah pasar yang membutuhkan aksesoris yang khusus.

Aksesoris impor diperlukan oleh para anak muda untuk mengekspresikan diri mereka. Aksesoris impor ini biasanya berbentuk pakaian seperti baju, celana, jaket, dan topi yang menjadi penanda identitas diri.

Karena banyaknya keinginan anak-anak muda di tahun 90an untuk mengekspresikan diri, sejarah distro pun dimulai. Distro muncul sebagai tempat bagi anak-anak muda untuk membeli aksesoris dan merchandise impor.

Pada awalnya distro muncul di Jalan Sukasenang, Bandung pada tahun 1994 yang bernama “Reverse”. Reverse menjual berbagai macam aksesoris band luar negeri dan aksesoris yang dipakai oleh para pecinta skateboard. Reverse menjadi distro yang terkenal sebagai tempat untuk membeli aksesoris yang digemari berbagai macam komunitas seperti skateboarder, punk, rock, surf, bmx, dll.

Perkembangan Distro Di Kota Bandung
Sumber foto: mamodemoi.blogspot.com

Namun perlahan-lahan mulai muncul komunitas band indie lokal yang mulai memasarkan lagu dan aksesorisnya ke berbagai macam distro. Selain itu, muncul juga usaha clothing seperti M-clothing yang memproduksi pakaiannya sendiri.

Perkembangan ini nantinya akan mengubah distro menjadi seperti yang lebih kita kenal sekarang.

Pergeseran Konsep Distro

Di tahun 1996, semakin ramai muncul usaha-usaha clothing yang membuat pakaiannya sendiri dan menjualnya di distro. Disinilah muncul clothing-clothing ternama seperti 347 Boardrider.co (sekarang menjadi unkl347) yang disusul 1 tahun kemudian oleh Ouval Research.

Pada saat yang bersamaan dengan semakin banyaknya usaha clothing, Indonesia sedang dilanda krisis moneter. Distro yang awalnya menjadi tempat untuk membeli barang-barang impor terpaksa harus mengganti haluan karena harga barang yang menjadi tidak terjangkau. Reverse menjadi salah satu yang terkena imbasnya dan terpaksa bubar terlebih dahulu.

Kisah Sukses : Ouval Research Usaha Clothing yang Sukses asal Bandung
Ouval Research (Sumber foto: bertravel.com, ghiboo.com

Karena krisis moneter, beberapa pendiri reverse membuat sebuah usaha clothing yang bernama Airplane. Di tengah keterbatasan inilah muncul berbagai macam pakaian-pakaian dan aksesoris khas yang diproduksi oleh usaha clothing dan dijual di distro. Barang-barang ini sangat dinikmati anak muda hingga akhirnya semakin menjamur.

Dari sinilah gaya-gaya unik dari distro dan clothing menjadi semakin terkenal. Karena kesamaan hobi dan kebutuhan untuk pengekspresian diri, berbagai usaha clothing mulai tampil dengan desainnya yang unik dan jumlah produk yang terbatas.

Lama kelamaan karena keunikan dan prinsipnya distro yang awalnya pasarnya hanya untuk orang-orang tertentu jadi meluas dan produknya bisa disukai oleh siapa saja.

Pengaruh Media

Dalam perkembangan dan sejarah distro menjadi terkenal, media digital punya pengaruh yang sangat penting. Gaya-gaya barang dari distro dan clothing serta pemasarannya sangatlah dipengaruhi oleh media yang membawa budaya global anak muda.

Kemunculan internet membantu membuka jaringan bagi komunitas-komunitas yang terkait dengan distro untuk terhubung dengan dunia global. Hubungan ini membantu memperkaya kebudayaan anak muda serta menjangkau sedikit pasar luar negeri.

Selain internet, munculnya MTV juga berpengaruh sangat besar bagi distro dan clothing. MTV membantu mempromosikan musik underground yang banyak digandrungi oleh komunitas anak muda. Musik-musik underground biasa dipromosikan oleh MTV dan event-event yang dilakukannya. Dalam promosi tersebut, distro-distro sering terbantu pemasarannya karena pembawa acara di MTV sering menggunakan brand clothing yang erat kaitannya dengan distro.

MTV Indonesia Telah Resmi Berhenti Tayang – Creative Disc
MTV Indonesia (sumber foto: creativedisc.com

Oleh karena itu, media sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan ketenaran distro. Distro yang asalnya hanya berdasarkan komunitas dan pemasaran mulut ke mulut akhirnya bisa menjadi terkenal dan menjamur di Indonesia.

Keunikan Distro

Distro merupakan sebuah konsep bisnis yang unik dan menarik. Konsepnya sangat merepresentasikan anak muda karena pembentukan distro berdasarkan nilai idealisme.

Idealisme inilah yang membulatkan niat sekelompok pemuda Bandung untuk membuat distro di tahun 90an. Berdasarkan keinginan mereka untuk mengekspresikan diri mereka menurut gaya hidup yang mereka suka, mereka membentuk distro dengan modal seadanya.

Komunitas-komunitas pemuda di kota Bandung ini disatukan oleh kecintaan mereka terhadap gaya hidup indie. Gaya hidup ini menolak kesamaan dengan budaya mainstream sehingga mereka memiliki kebutuhan kebudayaan yang berbeda. Atas dasar gaya hidup tersebut, komunitas-komunitas tersebut berani untuk membuka distro.

Dari awal sejarahnya saja, distro sangat tidak bisa dipisahkan dari pertemanan dan komunitas.

Di masa awal banyak terbentuknya distro dan clothing di Bandung, produksi baju banyak dibantu oleh rasa kekeluargaan. Banyak orang-orang yang ingin mencoba usaha clothing menjadi dimudahkan karena banyak kenalan sehingga bisa menemukan tempat-tempat yang menjual bahan baju dan tukang sablon.

Modal yang digunakan untuk usaha clothing dan distro juga biasanya kecil dan terkadang nekat. Ouval Research yang sekarang namanya besar sekalipun hanya memiliki modal 200.000 RP pada awalnya! Unkl347 juga awalnya hanya berasal dari kosan dengan pemasaran dari mulut ke mulut. Begitu juga Maternal Disaster yang pendirinya terpaksa menggunakan rumah orangtuanya sebagai jaminan.

UNKL 347, Riau Street, Bandung - Traveloka Eats
unkl347 sekarang (sumber: traveloka.com)

Namun meskipun nekat, usaha distro dan clothing tersebut masih eksis hingga sekarang dan menjadi besar. Semangat idealisme ini membuat distro-distro tersebut bersifat unik dan special jika dibandingkan dengan bisnis lainnya.

Mendobrak Pasar di Indonesia

Sejarah distro yang penuh perjuangan menggambarkan kesuksesan yang kini mereka dapatkan. Idealisme yang menjadi nilai pegangan distro dan clothing menjadi keuntungan bagi usaha distro ketika bersaing dengan produk lainnya.

Factory outlet yang cenderung menjual pakaian yang diproduksi secara massal bisa digeser posisinya oleh distro. Distro dan clothing yang menawarkan pakaian yang eksklusif, trendy, dan unik bisa menarik perhatian anak muda. Perlahan-lahan factory outlet mulai tergeser dari kalangan anak muda.

Stores | Maternal Disaster
Maternal Disaster, contoh distro yang sukses dan terkenal. (sumber foto: maternal disaster)

Anak muda yang selalu ingin tampil beda tentu tidak akan tahan dengan konsep baju yang terus menerus sama dan terlalu gampang didapatkan. Selain itu, mereka pun pastinya butuh tampilan-tampilan baju yang keren dan sesuai dengan perkembangan tren zaman.

Distro selalu bisa menyediakan desain-desain yang unik, update, dan eksklusif sehingga tidak pernah bersifat seragam ataupun membosankan. Hal ini membuat anak-anak muda sangat senang mengenakan pakaian dan aksesoris dari distro hingga sekarang.

Menghadapi Tantangan Zaman

Meskipun sudah sukses dan terkenal di Indonesia, distro dan usaha clothing masih harus menghadapi tantangan zaman. Dalam menghadapi tantangan zaman, distro juga punya cara-cara unik untuk menghadapinya.

Keunikan distro dalam menghadapi tantangan zaman ini bisa dilihat sepanjang sejarahnya.

Di tahun 2003 misalnya, munculnya trend ‘boom clothing’ membuat banyak usaha pakaian yang menjiplak desain dan menjual pakaian secara massal untuk mencari keuntungan saja. Namun, permasalahan ini bisa disiasati dengan lebih memperhatikan ciri khas desain yang sudah dimiliki.

Masalah lain pun melanda usaha clothing dan distro di tahun 2006 karena mahalnya lahan dan tidak jelasnya peraturan untuk industri kreatif. Hal ini membuat usaha berjalan cukup sulit, namun masalah ini bisa dihadapi dengan mandiri. Solidaritas antar distro bersejarah bisa membantu menyelesaikan masalah tanpa terlalu banyak bantuan pemerintah.

Solidaritas pertemanan juga membantu distro dan clothing dalam memasarkan produknya sebelum boomingnya internet. Jasa-jasa promosi yang digunakan oleh distro juga ada yang berasal dari komunitas yang sama. Pemasaran pada waktu itu belum sefleksibel sekarang dengan adanya media sosial yang diakses hampir semua orang.

Berbagai permasalahan tersebut membantu distro untuk tetap bertahan hingga sekarang. Munculnya barang-barang palsu alias ‘KW’ bisa disiasati dengan kreativitas desain. Selain itu, perubahan pola pemasaran juga bisa dihadapi dengan membuka peluang pemasaran baru seperti di tahun-tahun sebelumnya.

*******

Nah kawan-kawan itulah kira-kira sejarah dan keunikan dari distro.

Dengan tahu sejarahnya, kita bakal lebih pede lagi kalau menggunakan pakaian dari distro. Selain desainnya yang keren dan bahannya yang bagus, ternyata distro mempunyai sejarah dan nilai yang luar biasa keren.

Tahu sejarah distro juga bakalan buat kita makin keren karena serba tahu ketika ngobrol seputar baju dan tren di tongkrongan.

Jadi makin tertarik kan buat support brand local dan beli barang-barang keren ala distro dan clothing company?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *