December 3, 2022

Yuk Jelajahi Pakaian Tradisional Paling Unik Dari Seluruh Dunia!

Author: Glory Imanuela
Reading Time: 8 menit

Pakaian tradisional atau pakaian adat itu lebih dari sekedar pakaian cantik dengan warna-warna cerah, loh. Selain mengenal kecantikan dan keunikan pakaian adat dari negara lain, di artikel ini kamu akan belajar tentang sejarah singkat dan fungsinya sebagai identitas negara.

Gak perlu jauh-jauh, di negara +62 aja kita punya banyak banget pakaian tradisional kan. Mulai dari Ulee Balang dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam hingga Koteka dari Papua. Salah satu pakaian adat Indonesia yang paling populer adalah Kebaya.

Kebaya adalah pakaian tradisional yang dikenakan oleh wanita di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura. Pada dasarnya Kebaya Indonesia terdiri dari enam jenis yang meliputi Kebaya Jawa, Kebaya Bali, Kebaya Betawi, Kebaya Sunda, Kebaya Madura, dan Kebaya Melayu.

Gak hanya beda dari lokasinya, tapi Kebaya juga bisa beda dari tipe modelnya loh! Dengan semakin pesatnya perkembangan dunia fashion, pakaian adat seperti Kebaya pun ikut berubah dan di modifikasi mengikuti jaman. Makanya udah gak jarang lagi kalau sekarang banyak bermunculan versi kebaya modern yang pastinya hits dan trendy abis!

Kebaya Modern, foto oleh Author

Eitts tapi jangan salah, ada banyak pakaian-pakaian tradisional dari negara lain yang gak kalah unik dan menarik loh. Yuk jelajahi beberapa contoh pakaian adat paling unik dari seluruh dunia versi My Landing Page!

Eropa

DIRNDL

Dirndl, foto oleh Wikipedia

Dirndl merupakan pakaian tradisional wanita yang berasal dari daerah berbahasa Jerman di Pegunungan Alpen yang meliputi Bavaria, Austria, Liechtenstein, Swiss, dan Italia. Pakaian adat ini terdiri dari korset ketat yang menampilkan garis leher bawah, blus yang dikenakan di bawah korset, rok berpinggang tinggi, dan celemek.

Antara abad 16 dan 18, Dirndl menjadi pakaian petani di wilayah ini. Pakaian tersebut biasanya terbuat dari bahan katun, beludru, linen, atau sutra yang dibordir. Setelah Perang Dunia II, pakaian ini kehilangan popularitasnya. Walau begitu, sekarang Dirndl menjadi populer kembali terutama di festival tradisional Jerman seperti Oktoberfest.

KILT

Kilt, foto oleh Pixabay

Kilt adalah pakaian bawah atau rok selutut yang dikenakan oleh pria Skotlandia berasal dari Dataran Tinggi Skotlandia sejak abad ke-16. Kata ‘kilt’ adalah turunan dari bahasa Nordik Kuno, kjilt, yang berarti ‘berlipat’, yang mengacu pada pakaian yang diselipkan ke atas dan di lilit di sekitar tubuh.

Pria Skotlandia biasanya mengenakan rok yang terbuat dari bahan wol bermotif tartan pada acara formal, pertemuan seremonial, festival, dan reuni keluarga. Kilt dibuat dari lapisan kain yang disatukan oleh pin kilt.

Selain rok, baju adat Kilt juga terdiri dari kombinasi kaus kaki wol, sepatu kulit, dan sporran (tas kantung yang digantung di pinggang dengan rantai). Kilt sekarang dianggap sebagai simbol kebanggaan nasional Skotlandia.

BUNAD

Bunad dari Nordland, foto oleh Wikipedia

Bunad adalah pakaian tradisional terbuat dari wol yang dikenakan di seluruh Norwegia dan dihiasi dengan gesper logam, kancing, dan perhiasan. Salah satu poin mencolok dari pakaian ini adalah perhiasan perak atau emas buatan tangan yang dikenal sebagai sølje.

Bunad merupakan pakaian adat untuk pria dan wanita meskipun Bunad untuk wanita lebih beragam dan populer. Bunad bukanlah pakaian sehari-hari melainkan hanya dipakai untuk perayaan tertentu seperti pernikahan, ulang tahun, dan tarian rakyat serta upacara keagamaan seperti pembaptisan.

Desain Bunad bervariasi dari satu daerah ke daerah lain yang menghasilkan kira-kira sebanyak 200 macam. Salah satu Bunad yang paling terkenal adalah dari Nordland. Hal ini dikarenakan Bunad versi Nordland sering memenangkan gelar “Bunad Paling Indah di Norwegia” dari berbagai media Norwegia. Versi untuk wanita biasanya terdiri dari gaun biru dengan pola bordir bunga di rok dan atasan yang dikenakan dengan selendang. Para pria biasanya memakai stoking biru tua, rompi brokat, dan kemeja berkerah.

Hari yang paling pas untuk mengagumi Bunad di depan umum di Norwegia adalah pada tanggal 17 Mei untuk perayaan Hari Konstitusi karena hampir semua orang akan mengenakan pakaian ini.

Baca lebih lanjut tentang pakaian tradisional Eropa disini

ASIA

SARI

Sari, foto oleh Unsplash

Sari adalah pakaian tradisional yang dikenakan di India, Sri Lanka, Pakistan, Bangladesh dan Nepal. Meskipun kebanyakan dipakai oleh wanita , Sari sebenarnya adalah pakaian unisex.

Sari terdiri dari sehelai kain yang tidak dijahit dengan panjang bervariasi dari 4,1 hingga 8,2 meter dan lebarnya 60 hingga 120 centimeter. Pakaian ini biasanya dililitkan di pinggang, dengan salah satu ujungnya menutupi bahu dan disangkutkan dari bahu ke ujung punggung belakang.

Sari berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti ‘potongan kain.’ Konon Sari sudah ada sejak Peradaban Lembah Sungai Indus. Sari merupakan kain yang tidak dijahit karena berasal dari kepercayaan bahwa menusukkan jarum ke kain membuatnya tidak suci.

Berbeda dengan Bunad, Sari bisa menjadi pakaian tradisional untuk acara penting sebagai warisan yang diturunkan dari generasi ke generasi sekaligus pakaian fungsional untuk dikenakan sehari-hari.

gho

Gho, foto oleh Top Asia Tour

Gho adalah pakaian tradisional untuk pria dari Bhutan. Baju adat ini berupa jubah panjang selutut yang diikat dengan ikat pinggang dari kain tenun bernama Kera yang dililitkan di pinggang. Pelengkap Gho pada acara-acara tertentu disebut Kabney. Kabney adalah syal sutra yang biasanya berukuran 90 cm × 300 cm dengan jumbai di ujungnya. Kabney dikenakan di atas jubah Gho yang diletakan di bahu kiri ke pinggul kanan.

Satu hal yang unik adalah pangkat dan kelas sosial seseorang akan menentukan warna syal Kabney yang diizinkan oleh pemerintah. Contohnya Kabney kuning safron untuk raja dan kepala biara, Kabney oranye untuk menteri dan anggota pemerintahan, Kabney merah untuk anggota laki-laki keluarga kerajaan dan pejabat tinggi, Kabney hijau untuk juri, dan seterusnya.

Gho diperkenalkan pada abad ke-17 oleh Shabdrung Ngawang Namgyal untuk memberi orang Bhutan identitas yang unik. Dalam upaya melestarikan dan mempromosikan warisan budayanya, semua orang Bhutan diharuskan mengenakan pakaian nasional di kantor-kantor pemerintah, sekolah, dan pada acara-acara resmi.

Baca lebih lanjut tentang pakaian tradisional Asia disini

africa

dashiki

Dashiki, foto oleh Wikipedia

Dashiki berasal dari bahasa Yoruba yang berarti ‘kemeja’. Pakaian ini merupakan baju adat yang berasal dari Afrika Barat. Daishiki adalah kemeja pullover yang longgar, dengan hiasan kerah berbentuk V (V-neck), dan garis leher dan lengan yang disesuaikan dan dibordir.

Dashiki sekarang tidak hanya populer di bagian Afrika Barat saja melainkan di bagian Afrika lainnya. Daishiki dikenal sebagai Kitenge di Afrika Timur dan merupakan pakaian umum di Tanzania dan Kenya dan biasanya dikenakan pada upacara formal.

kanzu

Kanzu, foto oleh Satisfashion UG

Kanzu adalah pakaian tradisional jubah berwarna putih se-mata kaki yang dipakai oleh para pria dari daerah Danau Besar Afrika (meliputi Burundi, Republik Demokratik Kongo, Etiopia, Kenya, Malawi, Mozambik, Rwanda, Zambia, Tanzania, dan Uganda).

Pakaian ini dipengaruhi oleh para pedagang Arab jaman dahulu. Oleh karena itu, Kanzu memiliki kesamaan dengan Thawb (baju gamis dari Timur Tengah). Karena diimpor, Kanzu awalnya hanya dipakai oleh anggota masyarakat kelas atas. Namun, sekarang Kanzu sudah diproduksi di dalam negeri dan dapat dipakai oleh kalangan manapun.

Kanzu biasanya dipakai selama upacara pernikahan dimana pengantin pria mengenakan Kanzu putih dan kofia. Di Tanzania dan Kenya, pengantin pria mengenakan bisht hitam atau putih di atas Kanzu. Di Uganda, pengantin pria mengenakan jas hitam di atas Kanzu.

Baca lebih lanjut tentang pakaian tradisional Afrika disini

america

poncho

Poncho, foto oleh Invisible World

Poncho adalah pakaian tradisional dari Amerika Selatan. Pakaian ini terbuat dari sepotong kain wol tebal dengan celah di tengah untuk masuknya kepala yang biasanya digunakan untuk menghangatkan tubuh. Poncho telah digunakan oleh penduduk asli Amerika di Andes dan Patagonia sejak zaman pra-Hispanik, dari tempat-tempat yang sekarang berada di bawah wilayah Ekuador, Kolombia, Chili, Bolivia, Peru, dan Argentina.

Poncho dengan desain atau warna yang meriah biasanya dipakai di acara-acara khusus. Tapi pada dasarnya, Poncho adalah pakaian luaran seperti jaket yang digunakan untuk menjaga tubuh tetap hangat.

Poncho modern kini banyak yang dijadikan sebagai fashion item. Bentuknya sama dengan Poncho tradisional tapi bahannya berbeda menjadi lebih tipis. Poncho versi modern dirancang untuk terlihat modis dan memberikan sedikit kehangatan, bukan untuk menangkal angin dan hujan.

quadrille

Quadrille, foto oleh Januka

Gaun Quadrille adalah pakaian tradisional yang dikenakan oleh wanita di negara-negara Kepulauan Karibia (seperti Jamaika, Dominika dan Haiti). Pakaian ini dikenakan selama perayaan adat Tarian Quadrille. Di Jamaika, gaun ini dikenal dengan nama Quadrille. Lain cerita dengan Haiti yang dikenal dengan sebutan gaun Karabela dan di Saint Lucia yang disebut gaun Kwadril.

Gaun Quadrille atau juga dikenal dengan nama rok bandana terbuat dari kain kotak-kotak (plaid) katun putih dan merah marun sepanjang mata kaki dengan renda di ujung bawah. Gaun ini juga dilengkapi dengan Bandana, yang dikenal dengan nama Madras, yang biasa diikat di kepala atau di pinggang.

Asal usul gaun ini berasal dari Inggris abad ke-18, yaitu ketika wanita yang bekerja sebagai pelayan mengenakan jenis pakaian yang serupa. Elemen bandana ditambahkan oleh budak yang bekerja di perkebunan yang pada awalnya digunakan agar terhindar dari sinar matahari.

Baca lebih lanjut tentang pakaian tradisional Amerika disini

australia-Kepulauan pasifik

maori piupiu

Piupiu, foto oleh Asia New Zealand Foundation

Piupiu adalah pakaian tradisional Suku Māori di Selandia Baru. Piupiu adalah sejenis rok dari rumput yang mengeluarkan suara khas saat bergerak. Rok ini terbuat dari kumpulan helai serat rami yang ditenun atau dianyam.

Piupiu dikenakan selama tarian budaya Māori yang bernama Kapa Haka. Kapa artinya ‘kelompok’ dan Haka artinya’menari’. Kapa Haka adalah acara adat yang penting bagi Suku Māori untuk mengekspresikan dan menampilkan warisan serta identitas budaya Polinesia mereka melalui lagu dan tarian.

Diyakini bahwa Polinesia menetap di Selandia Baru pada abad ke-13 dan Piupiu mulai berkembang tidak lama setelah itu.

Baca lebih lanjut tentang pakaian tradisional Australia-Kepulauan Pasifik disini

Pakaian tradisional merupakan bagian penting dari sejarah dan identitas suatu daerah. Beberapa daerah menganggap pakaian nasional mereka sebagai seragam tidak resmi yang hanya dikenakan pada acara-acara seremonial. Di adat dan budaya lain, pakaian tradisional adalah wajib bagi masyarakatnya. So, itulah beberapa pakaian tradisional paling unik dari seluruh dunia.

Baca juga artikel seputar dunia fashion Cara Memakai Kemeja Oversized: 7 Cara Mudah Menata Kemeja Oversized dan dunia kecantikan 5 Moisturizer Lokal Yang Mengandung Ceramide.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *