December 2, 2022

Teknik Kaizen: Cara Atasi Rasa Malas Dalam 1 Menit

Rasa malas merupakan suatu perasaan yang umum sekali dirasakan oleh semua orang. Kadang kala, rasa malas timbul begitu saja ketika kita hendak memulai melakukan suatu hal yang baru. Bahkan, rasa malas muncul saat kita melakukan kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari. Saat merasa malas, rasanya tidak ada satu pun kegiatan yang mampu dilakukan dengan sepenuh hati. Bahkan bagi orang-orang tertentu yang tingkat kemalasannya sudah kelewat batas, untuk bernafas saja rasanya sudah terlalu banyak tenaga yang dikeluarkan. 

Rasa ini memang seperti datang kapan saja dan tidak menentu, namun ada beberapa hal yang ikut mempengaruhi munculnya rasa malas. Hilangnya motivasi merupakan salah satu penyebab paling umum. Satu hal yang paling menyebalkan dari munculnya rasa malas ini yaitu perasaan ini bukan suatu hal yang positif. Sering kali munculnya perasaan malas ini malah menganggu jika rasa ini terus muncul dan tak berkesudahan. Malas membuat kita tidak ingin melakukan apa pun dan akan membawa kerugian pada diri kita di kemudian hari. 

Lalu, bagaimana cara agar perasaan malas ini tidak lagi tinggal berlama-lama di tubuh kita? Banyak hal yang bisa membantu kita untuk menghilangkan atau mengurangi rasa malas. Contohnya, sebagai langkah awal untuk mengatasi rasa malas, kita bisa mencoba untuk mencari penyebab kenapa kita merasa malas. Kenapa? Tentu agar kita bisa menemukan solusi untuk menangani permasalahan tersebut. Selain itu, kalian bisa mencoba untuk menerapkan salah satu teknik yang kerap digunakan oleh masyarakat di negara Jepang. Teknik tersebut yakni teknik Kaizen yang katanya bisa membantu untuk mengatasi rasa malas yang tak berkesudahan.  

Apa itu Kaizen?

Apa sih teknik Kaizen itu? Teknik Kaizen adalah sebuah teknik yang dimunculkan oleh seorang pria  yang bekerja sebagai pakar teori organisasi yaitu Masaaki Imai. Beliau juga merupakan seorang konsultan manajemen, dimana ia bekerja untuk membantu peningkatan kinerja kerja organisasi tersebut. 

Teknik Kaizen mungkin terdengar cukup asing bagi sebagian orang, namun teknik ini dinilai cukup ampuh dalam memerangi masalah kemalasan yang sering kali kita rasakan. Masaaki percaya jika teknik Kaizen ini bisa diterapkan oleh semua orang, baik anak-anak hingga dewasa. Bahkan untuk orang malas sekalipun, teknik ini masih bisa mereka lakukan.

Yang perlu dilakukan hanyalah menentukan dan memahami apa yang akan menjadi tujuan atau dasar kita dalam melakukan sesuatu. Serta menentukan apa yang sebenarnya ingin kita capai. Setelah selesai menentukan keinginan kita, kita bisa mulai melakukan hal-hal kecil secara konsisten. Kita harus yakin pada diri sendiri bahwa kita pasti bisa untuk mencapai apapun keinginan yang kita idam-idamkan.

Teknik Kaizen sendiri terdiri dari dua kosa kata ‘Kai’ yang berarti perubahan dan ‘zen’ yang berarti kebaikan. Secara menyeluruh, Kaizen bisa diartikan sebagai perubahan baik. Perubahan macam apa yang dimaksud disini? Singkatnya, perubahan untuk menuju arah yang lebih baik dan perubahan tersebut akan dilakukan secara bertahap. 

Teknik Kaizen sendiri sudah sangat umum diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat Jepang. Hal ini bisa dibilang sudah melekat dan menjadi sebuah budaya bagi mereka. Tidak heran jika negara Jepang sangat terkenal dengan kedisiplinannya yang sangat tinggi. 

Prinsip Satu Menit

Teknik Kaizen juga sering kali disebut dengan ‘prinsip satu menit’. Kenapa demikian? Hal ini dikarenakan teknik yang dilakukan yakni perubahan yang dilakukan dimulai dengan melakukan kegiatan baru yang bersifat positif selama satu menit setiap harinya. Untuk mudahnya, Kaizen merupakan prinsip yang berfokus pada proses, dimana Kaizen membantu kita untuk membentuk kebiasaan baik secara perlahan-lahan dalam dalam waktu yang cukup intensif. 

Hanya mengorbankan satu menit dalam sehari bukanlah hal yang sulit bukan?  Dengan waktunya yang sangat singkat ini tentu rasanya sulit untuk berkata tidak atau bermalas-malasan, kadang kala hal yang paling membuat malas itu adalah memikirkan berapa banyaknya waktu yang akan dihabiskan untuk melakukan aktivitas tertentu. Namun, dengan teknik satu ini tentu kita tidak banyak memiliki alasan untuk tidak melakukannya. 

Walaupun dengan waktu yang tergolong cukup singkat yaitu hanya satu menit, dengan melakukan kegiatan ini setiap hari akan membantu kita membangun konsistensi dalam diri kita agar merasa lebih termotivasi lagi dalam mencapai keinginan terbesar kita yang sudah kita pikirkan dari awal. Awalnya mungkin satu menit terasa sedikit berat karena memulai adalah hal yang tersulit, namun mungkin dalam waktu satu minggu kita akan merasa terbiasa dan malah menambah intensitas kegiatan menjadi 5 menit atau bahkan 10 menit dalam sehari. 

Bagaimana Kaizen bisa membantu mengatasi rasa malas?  

Teknik Kaizen terdengar cukup simple dan tidak begitu memberatkan karena hanya akan dilakukan selama 1 menit. Namun, sebenarnya dengan mulai melakukan kegiatan berulang dalam waktu yang cukup lama, kita bisa merasakan suatu manfaat yang mengarah ke perubahan yang lebih baik. Satu menit perhari bukanlah hal yang terlalu sulit untuk dilakukan. Semua orang tentu bisa meluangkan satu menit dalam sehari untuk memulai kebiasaan baru ini. Hal ini tentu saja terasa lebih santai dan menyenangkan dibandingkan harus terpaksa berusaha sekeras mungkin untuk mencapai suatu goals yang diimpikan. Untuk memikirkannya saja rasa malas sudah kembali hinggap di kepala. 

Teknik ini dimulai dengan mencari cara untuk mencapai tujuan kita namun dimulai dengan langkah-langkah kecil yang bertahap agar tidak terasa begitu berat. Dari langkah kecil ini kelak bisa terlihat seberapa besar progres yang diberikan. Contoh kegiatan ringan dan mudah yang bisa dilakukan yaitu menulis, membaca, ataupun berolahraga cukup satu menit setiap harinya. Lalu, perlahan akan muncul motivasi dari dalam diri kita untuk menyelesaikan kegiatan tersebut bahkan kita bisa menambah intensitasnya secara perlahan dan tidak akan ada rasa terbebani sama sekali. 

Kuncinya adalah untuk memulai perlahan dan tetap konsisten untuk melakukannya setiap hari.

Konsistensi ini lah yang berperan penting agar kita terbiasa melakukan kegiatan yang bermanfaat, memotivasi diri untuk melakukan yang lebih lagi dan menghindari munculnya rasa malas. Dengan konsistensi yang telah kita miliki, kita akan memiliki rasa tanggung jawab untuk menuntaskan kebiasaan yang kita terapkan dan memunculkan rasa lega dan bangga sesaat setelah kita menyelesaikan kebiasaan tersebut. Bisa dibilang ini merupakan rasa ketagihan, dimana kita merasakan kepuasan saat menyelesaikan suatu tindakan dan merasa terus ingin melakukannya lagi. Ini lah titik dimana kalian akan mencapai yang namanya Sense of Progress. Karena rasa malas sudah tidak lagi bersemayam di dalam diri kalian, kalian akan merasa diri kalian jauh lebih produktif. 

Tentu saja, untuk sampai ke titik ini bukanlah hal yang mudah. Kalian harus memiliki sikap konsisten dan teguh pendirian. Jangan kalian malah ragu akan keefektifan teknik ini, karena kalau kalian saja melakukannya dengan berat hati dan penuh keraguan bagaimana teknik ini akan berjalan dengan efektif? Alih-alih mencapai suatu hal yang diinginkan dan menjadi pribadi yang lebih baik, malah kalian akan berhenti di tengah jalan. Kenapa? karena kalian merasa bosan dengan aktivitas ini karena menilai bahwa satu menit terlalu singkat dan tidak akan memberi dampak apapun.

Relasi Kaizen dan Kemampuan Memori Otak

Sebenarnya teknik Kaizen ini memiliki sebuah kaitan erat dengan suatu penelitian terkait kemampuan mengingat dan memori seseorang. Penelitian ini dilakukan oleh Ebbinghaus, dimana ia meneliti tentang keefektifan kemampuan orang untuk mengingat sesuatu. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa orang yang diberikan informasi dengan jumlah banyak dalam kurun waktu tertentu yang tidak rutin, cenderung hanya bisa mengingat sebagian kecil informasi yang telah ia terima. Hal ini dikarenakan kemampuan ingatannya yang menurun karena semua informasi yang ia dapat masuk ke dalam kategori short-term memory.

Hal ini berbanding terbalik dengan orang yang diberikan informasi secara bertahap dan rutin. Jika menggunakan cara ini, ingatan mereka terhadap informasi tersebut cenderung lebih baik karena informasi yang diberikan bersifat repetisi atau pengulangan. Hal ini membuat informasi terserap lebih mudah ke otak, dan informasi yang diterima akan masuk ke dalam kategori long-term memory.

Bisa dilihat bahwa kebiasaan untuk melakukan satu hal secara bertahap akan memberikan hasil yang jauh lebih maksimal dibandingkan saat melakukannya secara berlebihan. Teknik Kaizen merupakan salah satu contoh besar tentang keefektifan penerapan kebiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Memang, saat mendengar kata satu menit kita cenderung meremehkan kemungkinan kesuksesan teknik satu ini. Namun yang kalian tidak sadari yaitu dengan melakukan suatu hal kecil dan mudah secara terus-menerus, akan muncul sebuah kebiasaan baru. Jika kebiasaan sudah muncul kita akan lebih merasa nyaman dan tidak akan merasa terbebani saat melakukannya.

Berolahraga mungkin terdengar berat dan menyulitkan bagi sebagian orang, tapi jika dimulai dari hal kecil seperti melakukan push-up selama satu menit setiap hari, hal ini akan membentuk kebiasaan dan membuat tubuh juga terbiasa untuk berolahraga, baik yang mudah maupun yang terdengar sulit seperti lari 10km. 

Pertanyaan terakhir: Satu menit sehari, apakah sulit bagi anda?

Satu menit dalam sehari bukanlah hal yang sulit dilakukan bukan? Dari langkah kecil ini akan memicu munculnya hasil yang tak terduga, intinya kita harus konsisten dan mulai dari hal yang dirasa mudah agar kita tidak merasa terbebani dalam melakukannya. Lagipula, untuk kegiatan yang hanya membutuhkan satu menit berapa banyak energi sih yang kita perlukan? Mungkin pepatah “Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit” sangat cocok untuk dikaitkan dengan teknik mengatasi rasa malas satu ini. 

Kebiasaan Lain Yang Bisa Membantu

Selain teknik Kaizen ini sendiri, masih banyak sekali teknik-teknik lain dari budaya orang Jepang yang bisa membantu kita menjadi diri yang lebih baik dan membantu untuk meningkatkan kualitas hidup kita. Contohnya seperti Kekibo, yang merupakan teknik yang digunakan masyarakat Jepang untuk mengelola keuangan mereka. Lalu, ada juga teknik Konmari, teknik ini lebih berfokus dalam penataan ruang-ruang di rumah. Teknik-teknik ini benar-benar terdengar menarik dan banyak sekali yang sudah membuktikan hasilnya. Mungkin kita bisa mengambil beberapa kebiasaan yang kerap kali muncul dalam teknik dari Jepang ini untuk kita aplikasikan ke kehidupan sehari-hari. Bagaimana menurut kalian? Perlukah kita mengadaptasi kebiasaan baik dari masyarakat Jepang ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *