December 1, 2022

Ini lho alasan kenapa saku celana perempuan kecil! (plus 4 tips untuk mengakalinya)

Coba bayangkan, kamu sedang berada di sebuah gazebo bersama teman-temanmu. Ketika kamu dan teman-temanmu sedang asyik mengobrol, tiba-tiba hujan besar turun diiringi angin kencang. Kalian yang berada di bawah gazebo terkena semprotan hujan dan harus segera pindah ke tempat yang lebih aman. Karena terburu, kamu tidak memasukkan barang-barangmu ke dalam tas. Di tangan kiri kamu memegang tas, lalu di tangan kanan kamu memegang handphone, botol minum, dan dompet seperti ini.

(Sumber: Twitter @jiwoniverse_)

Perlu banyak pengalaman untuk bisa memegang beberapa benda sekaligus dengan satu tangan seperti gambar di atas. Saya pernah melihat meme mengenai fenomena tersebut. Katanya, perempuan lebih jago melakukannya ketimbang laki-laki. Alasannya? Karena saku celana perempuan cenderung kecil. Genggaman tangan dan jari yang kuat adalah bentuk adaptasi dari minimnya penyimpanan pada saku celana perempuan.

Kalau diperhatikan, saku celana perempuan memang lebih kecil dibanding saku celana laki- laki. Saku celana perempuan biasanya hanya bisa memuat satu benda yang tidak terlalu besar. Kalau ingin memasukkan handphone ke dalam saku, biasanya tidak semua bagian handphone bisa masuk ke dalamnya. Bahkan, pada beberapa kasus, saku celana perempuan hanya sebuah pajangan saja alias tidak benar-benar ada saku di sana. Yang satu ini benar-benar menyebalkan!

Disisi lain, laki-laki bisa memasukkan banyak benda ke dalam satu saku mereka. Atau setidaknya saku-saku celana mereka bisa memuat semua benda yang perlu mereka bawa, yaitu handphone, kunci, dan dompet. 4 sekawan YouTuber asal Amerika, The Try Guys, sudah pernah membuktikan betapa kecilnya saku celana perempuan jika dibandingkan dengan saku celana laki-laki. Mereka mencoba menggunakan celana perempuan selama seminggu dan tetap beraktivitas seperti biasa. Hasilnya? Tentu saja mereka kesulitan beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Tapi, sebenarnya, kenapa ya saku celana perempuan dibuat lebih kecil dari saku celana laki-laki? Apa hal ini sudah terjadi sejak zaman dahulu? Apakah ada alasan khusus kenapa saku celana perempuan dan laki-laki dibuat dengan ukuran yang berbeda? Mari cari tahu bersama!

Sejarah saku pada pakaian perempuan

Ternyata, secara general, saku pada pakaian perempuan memiliki sejarah yang panjang. Saku pada pakaian perempuan pertama digunakan pada sekitar tahun 1650 di Eropa. Pada saat itu, bentuk saku berbeda dengan saku yang kita ketahui sekarang.

Mengingat pada zaman itu perempuan masih memakai gaun, saku yang mereka gunakan bukan bagian permanen dari gaun mereka. Maksudnya, saku yang mereka pakai bisa di lepas pasang. Saku tersebut diikat di bagian pinggang seperti sabuk. Tapi, saku pada zaman itu tidak dipasang pada bagian luar gaun, melainkan dipasang beberapa lapis sebelum bagian terluar gaun.

(Sumber: Victoria and Albert Museum)

Jika dilihat dari gambar di atas, saku zaman tersebut terlihat cukup besar. Menurut Victoria and Albert Museum , ukuran saku ini antara 30-40 cm. Jauh lebih besar dibanding saku celana perempuan atau bahkan saku celana laki-laki zaman sekarang. Untuk ukuran sebesar itu sudah pasti banyak barang yang bisa dimasukkan ke dalam saku tersebut. Salah satu catatan menjelaskan saku ikat tersebut terisi uang, sapu tangan, sarung tangan, cincin, dan bahkan pisau lipat. Catatan lain menyebutkan ada perempuan yang menyimpan kotak kecil berisi benda berharga di saku tersebut. Banyak sekali bukan barang yang mereka bawa!

Jelas sekali saku lama tersebut menyediakan penyimpanan yang besar dan benar-benar dimanfaatkan oleh perempuan pada zaman itu. Fungsinya sudah seperti tas kecil yang kamu gunakan untuk pergi keluar. Namun, tentunya saku ini jauh lebih praktikal karena menyatu dengan pakaian yang dikenakan.

Kenapa dan kapan saku celana perempuan mengalami glow down?

Prototipe saku perempuan diciptakan dan terkenal pada era dimana pakaian perempuan mendukung penggunaannya. Pada saat itu, gaun yang dipakai kaum perempuan cenderung memiliki rok yang melebar. Gaunnya juga terdiri dari beberapa lapis rok. Lapisan rok ini membantu menyembunyikan saku ikat yang kemungkinan mengembung karena membawa banyak bawaan.

Perubahan mulai muncul ketika perempuan lebih cenderung memakai pakaian yang pas atau mengikuti bentuk tubuh. Pada pertengahan abad ke 19, perubahan pada gaun perempuan mulai terjadi. Gaun yang membentuk lekukan tubuh itu tidak bisa menyembunyikan saku ikat dibaliknya. Hal ini dikarenakan saku tersebut akan terlihat menumpuk atau menonjol dibalik gaun. Saku tambahan ini akan malah merusak tampilan gaunnya. Perlahan saku ikat mulai ditinggalkan dan kaum perempuan memilih menggunakan tas kecil untuk membawa barang mereka.

Kecenderungan fashion perempuan yang berkiblat pada gaya pakaian yang membentuk tubuh ini berlanjut sampai sekarang. Meski bukan tipe style yang disukai semua orang, kepopuleran pakaian yang membentuk lekuk tubuh tidak bisa dipungkiri. Tidak hanya gaun atau pakaian terusan, jenis lain pakaian perempuan juga banyak yang membentuk lekuk tubuh, termasuk celana.

Bahkan setelah saku mulai dipadukan dengan pakaian perempuan dan saat celana mulai banyak dipakai oleh perempuan, gagasan fashion over function membuat saku pada pakaian perempuan menjadi kecil dan tidak praktikal. Konsep saku besar kurang berterima di dunia fashion perempuan karena hanya akan membuat tampilan celana menjadi aneh dan tidak menarik.


Menilik kembali video terkait yang diunggah oleh The Try Guys, mereka tidak hanya sekedar mencoba celana perempuan namun juga berbagi pengalaman hidup berdampingan dengan kecilnya saku celana perempuan. Ned, Keith, dan Zach merasakan sulitnya menggunakan celana dengan saku yang kecil. Mereka terbiasa menggunakan fungsi saku pada celana mereka dengan penuh. Mereka menaruh kunci mobil, handphone, dan dompet mereka pada 3 dari 4 saku celana mereka. Berkurangnya ukuran saku tentunya membawa perubahan drastis bagi mereka.

Lain halnya dengan Eugene. Satu-satunya anggota The Try Guys yang beretnis Asia ini sangat mencintai fashion. Eugene beralasan kalau menaruh benda-benda besar pada saku celananya akan merusak tampilan outfit-nya. Oleh karenanya, kehilangan privilage saku celana laki-lakinya tidak begitu membawa dampak besar bagi Eugene.

Selain beradaptasi, The Try Guys juga mencoba mencari cara agar mereka tetap bisa beraktivitas dengan lancar meski tanpa dukungan saku celana yang dalam. Tentunya ide yang mereka pikirkan adalah dengan menggunakan media lain untuk membawa barang bawaan mereka.

4 tips mengakali saku kecil

Menggunakan tas kecil

Jenis tas ini bisa digunakan untuk acara formal maupun nonformal, tergantung model dari tas kecil itu sendiri. Meski kecil, tas kecil umumnya bisa memuat cukup banyak benda-benda esensial yang biasanya kamu bawa bepergian, seperti handphone, dompet, kunci, dan handsanitizer.

Pada video yang dibuat oleh The Try Guys, Eugene menggunakan sebuah purse. Sebagai seorang fashionista, Eugene mengedepankan fungsi fashion dari tas kecil bermerek yang dia beli. Namun, tentu saja purse yang dia beli tetap memenuhi fungsi praktikal sebagai tas kecil yang mampu menampung beberapa barang meski nampaknya tidak terlalu banyak.

Selain itu, Keith memilih menggunakan tas kecil berjenis crossbody. Tidak seperti purse yang Eugene gunakan, crossbody berwarna hijau yang Keith gunakan lebih bisa digunakan oleh gender mana pun. Hal yang Keith tonjolkan dari crossbody yang ia gunakan ialah kemampuan tas kecil tersebut untuk menampung sebuah burger. Bayangkan, jika sebuah burger bisa masuk ke dalam tas tersebut, tentunya barang esensial lain bisa masuk ke dalamnya.

Saya sendiri paling sering menggunakan sling bag saat bepergian keluar. Meski tidak terlalu besar, tas kecil yang saya saya punya ini bisa menampung handphone, bedak tabur, satu lip product, dompet, dan handsanitizer. Sling bag dengan ukuran lebih besar tentunya bisa menampung lebih banyak benda di dalamnya!

Menggunakan cardholder

(Source: Casetify)

Meski fungsi praktikal yang ditawarkan cardholder sangat minim, cardholder masih sangat bisa digunakan saat bepergian ke tempat yang tidak terlalu jauh. Selain kartu, cardholder juga bisa digunakan untuk menaruh uang tunai dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.

Saya sendiri tidak (belum) menggunakan cardholder. Namun, saya sudah berencana untuk membeli dan menggunakannya. Cardholder ini juga bisa menjadi solusi untuk kamu yang suka menaruh uang tunai di case handphone-mu. Jika terus dilakukan, hal itu bisa merusak phonecase mu lho!

Menggunakan tote bag

(Sumber: Pinterest)

Tote bag bisa menjadi opsi bagi kamu yang suka membawa banyak barang. Meski bisa hadir dalam bermacam ukuran, tote bag umumnya memberi ruang penyimpanan lebih besar ketimbang dua opsi sebelumnya. Hanya saja, tote bag lebih masuk pada gaya yang kasual dan digunakan untuk acara yang non formal.

Saya pernah pergi menggunakan tote bag pemberian teman yang ukuran yang cukup besar. Selain bisa menampung handphone, power bank, earphone, dompet, bedak tabur, satu lip product, dan handsanitizer, tote bag itu juga bisa menampung mukena berbahan parasut (yang cenderung lebih ringan dibanding bahan lain) dan payung lipat. Bisa dilihat kalau barang bawaan yang bisa saya bawa menggunakan tote bag jauh lebih banyak dibanding menggunakan sling bag.

Menggunakan tangan

Senjata lain yang bisa kamu gunakan untuk membawa barang bawaanmu adalah menggunakan kedua tanganmu sendiri. Tentunya barang yang bisa kamu bawa sangat amat terbatas. Mungkin kamu hanya bisa membawa handphone dan dompet atau hanya salah satu saja. Sisi positifnya adalah kamu tidak perlu panik mencari barang yang kamu bawa karena benda itu selalu ada dalam genggaman tanganmu. Namun, bukankah agak kurang nyaman jika harus terus menerus memegang sesuatu dan ingat agar tidak meninggalkan benda itu?


Sulit memang harus beraktivitas dengan “dianugerahi” saku celana yang kecil dan minim penyimpanan. Meski trend fashion sekarang mulai sedikit demi sedikit merangkul trend oversized, tidak ada jaminan kapan saku perempuan akan kembali besar dan bisa memuat banyak sekali benda seperti saat pertama diciptakan.

Selagi saku celana perempuan diciptakan kecil atau bahkan dianggap tidak penting, kita harus bisa beradaptasi. Namun tentu saja semua pilihan ada di tanganmu. Kamu bisa menggunakan tas kecil atau tote bag jika ingin keluar dan membawa beberapa barang. Namun, jika kamu hanya perlu pergi ke toko di ujung jalan, kamu bisa membawa dompetmu dengan tangan atau menaruh uangnya di cardholder. Atau, kamu bisa memilih untuk tetap setia pada saku celanamu dengan menaruh uangmu di sana.


Nama: Ananda Salsabila Febrianti

Jumlah kata: 1524

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *