December 1, 2022

6 Tips Mewujudkan Work Life Balance

Saat ini, berbicara soal work life balance terlihat hampir tidak mungkin di lakukan. Dalam riset Gore Remotely, disebutkan 94% profesional di seluruh dunia menghabiskan lebih dari 50 jam untuk bekerja setiap minggunya dan ada hamper setengah pekerja di  Harvard Business School  menghabiskan 65 jam untuk bekerjan.

Fenomena ini cukup berbahaya bagi pekerja. Faktanya, dikutip dari Forbes, kehidupan kerja dan personal yang tidak seimbang dapat memicu stres dan membuat pekerja menjadi cepat kelelahan di tempat kerja. Kondisi ini juga dapat menggangu bukan hanya untuk sisi psikologis tetapi juga untuk sisi kesehatan pekerja, karena pekerja tidak dapat memiliki kehidupan pribadi yang normal.

Stres atau depresi merupakan hal buruk yang bisa dialami oleh setiap karyawan perusahaan, Hal ini dapat terjadi karena berbagai faktor; mulai dari padatnya aktivitas pekerjaan, intensitas paparan radiasi yang tinggi dari penggunaan gadget, hingga tekanan di kehidupan pribadi. Kerena itulah di perlukanya menjaga work life balance.

Work-life balance sendiri merupakan prinsip diamana harus ada keseimbangan antara kehidupan dalam pekerjaan dan realita kehidupan di luar itu. Hal ini di harapkan dapat menjaga kesehatan mental individu.

Secara sederhana dapat di katakan sebagai suatu kondisi di mana seorang pekerja bisa mengatur waktu yang baik (seimbang) antara pekerjaan di tempat kerja dengan kebutuhan pribadi, rekreasi, dan kehidupan berkeluarga.

Sehingga tercipta suatu kehidupan seimbang antara karir dan urusan pribadinya. Idealnya, manajemen waktu antara pekerjaan dan kehidupan di luar profesinya haruslah seimbang.

Berikut 6 langkah yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan work life balance tersebut, yaitu:

1. Kurangi sikap perfeksionis

Langkah pertama dalam mencapai work life balance yaitu kamu harus mengurangi sikap perfeksionis dalam sebuah pencapaian.

Memiliki kepribadian yang selalu mementingkan kesempurnaan memanglah bukan merupakan kesalahan. Bahkan, hal tersebut merupakan sikap yang baik untuk menunjukan bahwa kamu dapat memberikan kinerja yang baik dalam melakukan pekerjaan.

Namun apabila hal tersebut terlalu di biarkan, hal ini dapat menggangu kehidupan di luar dunia pekerjaan. karnnaya, kamu perlu berfikir realistis.

Perlu di garis bawahi, bahwa setiap manusia wajar dalam melakukan kesalahan atau kekurangan, karna setiap pekrjaan yang dilakukan pastinya di kerjakan dengan semaksimal mungkin.

Dengan itu, kamu dapat mengurangi sifat perfeksionis ini dengan belajar untuk menerima diri sendiri.

Meskipun sehari-harinya kamu masih merasakan kegagalan, ketahuilah bahwa hal tersebut merupakan proses menuju kesuksesan.

Kamu bisa mulai dari hal-hal kecil, seperti mengapresiasi keberhasilan kecil yang kamu rasakan di tempat kerja.

2. Batasi Penggunaan Gagdet

Tidak bisa di pungkiri bahwa teknologi yang semakin canggih mempermudah kehidupan di masa sekarang dan membantu di banyak bidang. Meskipun memberikan banyak manfaat, terkadang gadget juga memberikan dampak buruk untuk penggunanya.

Karena selalu terhubung dengan internet dan selalu melulu mengunakan gagdet dapat menajdikan kamu tidak memeiliki work life balance.

Disadari atau tidak, gadget dapat mengganggu dan menyita waktu penggunanya untuk bekerja, bersosialisasi, hingga waktu untuk beristirahat. Karena itu, kamu perlu menetapkan batasan untuk diri sendiri dan koleg, untuk menghindari kelelahan.

Saat kamu meninggalkan kantor, hindari memikirkan proyek yang akan datang atau menjawab email perusahaan. Pertimbangkan untuk memiliki komputer atau telepon terpisah untuk bekerja, sehingga kamu dapat mematikannya saat di luar jam kerja.

Jika tidak memungkinkan, gunakan browser, email, atau filter terpisah untuk platform kerja dan pribadi mu. Dengan itu kamu bisa menggunakan gadget mu, namun kamu juga perlu membatasi penggunaan gadget untuk hal pribadi.

Misalnya, buat batasan seperti bermain gadget sehari 4 jam. karan di waktu luang lainya dapat kamu lakukan untuk untuk melakukan aktivitas lain ketimbang kamu menggunakan gadget.

Selain itu, selama hari libur, cobalah untuk luangkan waktu bersama keluarga dan laksanakan hobi-hobimu. Gunakan gadget hanya jika kamu ingin berkomunikasi dengan teman atau sekedar mencari referensi tempat yang akan kamu kunjungi untuk sekedar bersantai.

3. Melakukan Aktivitas Fisik (Berolahrga)

https://pin.it/7yEHIAM

Berolahraga juga merupakan bagian yang penting dari work life balance. Selain beristirahat dengan cukup, berolahrgaa juga dapat menjernikah pikiranmu setelah melakukan pekerjaan.

Olahraga dapat menjadi cara untuk mendorong semangat dan produktivitasmu. Banyak sekali olahrga yang dapat kamu laukan seperti jogging atau bersepeda, selain kamu juga bisa mencoba melakukan meditasi, meditasi juga dapat menjadi aktivitas untuk menjaga kebugaran tubuh.

Olahraga adalah pengurang stres yang efektif. Ini memompa endorfin perasaan-baik ke seluruh tubuhmu. Ini membantu mengangkat suasana hati kamu dan bahkan dapat memberikan pukulan satu-dua dengan juga menempatkan kamu dalam keadaan meditasi, menurut Mayo Clinic.

Kamu dapat  melihat tayangan di YouTube untuk mengetahui bagaimana gerakan meditasi yang sesuai untuk di lakukan.

Banyak orang mengira bahwa olahraga tidak berpengaruh pada pekerjaan dan kehidupan pribadi, padahal rajin berolahraga merupakan salah satu tips agar work life balance bisa berjalan dengan baik.

Sejatinya, tujuan utama olahraga adalah agar kamu menjadi lebih tenang dan fokus dalam semua hal yang kamu kerjakan. Berolahraga juga dapat meningkatkan mood dan percaya diri sehingga bermanfaat baik untuk mengendalikan stres.

4. Tentukan Perioritas Kerja

Tips berikutnya yang wajib kamu terapkan agar memiliki work life balance yang baik adalah untuk menentukan prioritas.

Apakah Anda tahu bila anda bekerja dengan ritme yang benar dapat membuat Anda lebih mudah mencapai hasil yang diinginkan?

Hal ini sangat efektif untuk mengurangi rasa stress yang akan dating apabila kamu memiliki daftar pekerjaan yang menumpuk.

Pertama, identifikasi apa hal yang paling penting dalam hidupmu. Daftar kepentingan setiap oaring pastinya berbeda, jadi pastikan untuk melihat apa yang paling penting bagi dirimu sendiir bukan orang lain.

Selanjutnya, buat batasan tegas sehingga kamu dapat mengisi waktu berkualitas untuk orang dan aktivitas lainnya.

Dari situ akan lebih mudah untuk menentukan apa saja yang perlu dipangkas dari jadwal.

Contohnya, kamu memiliki daftar pekerjaan dengan 10 tugas di dalamnya, yang perlu kamu lakukkan adalah membagi atau mmeprioritaskan daftar pekerjaann tersebut menjadi empat kategori sesuai dengan deadline yang di tentukan sebelumnya.

Empat kategori ini seperti:

  • Mendesak dan penting
  • Penting tapi tidak mendesak
  • Mendesak tapi tidak penting
  • Tidak mendesak atau penting.

Dengan mengkategorikan pekerjaan mu seperti itu, kamu bisa membuat penyesuaian dan memutuskan mana tugas yang perlu kamu selesaikan terlebih dahulu dan mana yang sedang tidak dalam waktu mendesak.

Hal ini dapat meningkatkan produktivitas di tempat kerja dan kamu dapat menghasilkan lebih banyak waktu luang untuk bersantai di luar pekerjaan.

5. Sisihkan waktu untuk ‘Me time

Meskipun pekerjaan kamu penting, itu seharusnya tidak menjadi seluruh hidup kamu. Kamu adalah seorang individu sebelum mengambil posisi ini, dan kamu harus memprioritaskan kegiatan atau hobi yang membuat kamu bahagia. Percayalah bahwa mencapai keseimbangan kehidupan kerja membutuhkan tindakan yang disengaja.

“Jika Anda tidak secara tegas merencanakan waktu pribadi, kamu tidak akan pernah punya waktu untuk melakukan hal lain di luar pekerjaan,” kata Chancey. “Tidak peduli seberapa padat jadwal mu, pada akhirnya kamu lah yang memiliki kendali atas waktu dan hidup mu,” karena itulah kamu perlu mengambil sikap yang bijak untuk kebaikan dirimu sendiri.

Kamu dapat merencanakan waktu bersama orang yang kamu cintai, tentukan tanggal untuk kencan romantic atau sekedar berkumpul kembali dengan keluarga. Mungkin tampak aneh untuk merencanakan waktu pribadi dengan seseorang yang tinggal bersama kamu seperti keluarga, tetapi kamu harusa memastikan bahwa kamu menghabiskan waktu berkualitas dengan mereka tanpa konflik kehidupan kerja.

Hanya karena pekerjaan membuat kamu sibuk bukan berarti kamu harus mengabaikan hubungan pribadi.

Atau kamu juga bisa memilih waktu sendiri mu atau ‘me time‘ dengan melakukan aktifitas yang kamu sukai seperti mmebaca buku. Membaca buku juga bagus untuk menennagkan pikiranmu dan juga dapat menambah wawasan dari mmebaca buku.

Sadarilah bahwa kamu sangat layak mendapatka waktmu dan ketennagan untuk dirimu sendiri. Dengan itu kamu bisa menghargai waktu kamu dan juga dapat menghidari kamu dari stress akibat terllau banyak pekerjaan.

6. Pergi Berlibur

Terkadang, benar-benar cabut berarti mengambil waktu liburan dan mematikan pekerjaan sepenuhnya untuk sementara waktu. Apakah liburan kamu terdiri dari staycation satu hari mengunjungi exhibition art, di sana kamu dapat melihat karya dengan latar belakang yang berbeda dan visual yang luar biasa .

Selain itu, kamu juga bisa merencanakan perjalanan dua minggu ke Bali bersama temen dekatmu atau keluarga, sangat penting untuk kamu dapat meluangkan waktu untuk mengisi ulang fisik dan mental; terlebih dari berliburnya kamu dapat mendatangkan inspirasi baru.

Dalam hidup ini pastinya kamu pernah merasa lelah, atau tidak punya waktu untuk rekreasi atau berkumpul dengan teman dan keluarga, atau sedang mengalami masalah?

Menurut studi State of American Vacation 2018 yang dilakukan oleh U.S. Travel Association, 52% karyawan melaporkan memiliki sisa hari libur yang tidak terpakai pada akhir tahun. Karyawan sering khawatir bahwa mengambil cuti akan mengganggu alur kerja, dan mereka akan menghadapi tumpukan pekerjaan ketika mereka kembali. Ketakutan ini seharusnya tidak membatasi kamu dari istirahat yang sangat dibutuhkan.

“Yang benar adalah, tidak ada kemuliaan dalam tidak mengambil waktu yang layak dari pekerjaan; manfaat mengambil hari libur jauh lebih besar daripada kerugiannya,” kata Chancey. “Dengan perencanaan yang tepat, kamu dapat meluangkan waktu tanpa khawatir membebani rekan kerja kamu atau menghadapi beban kerja yang besar saat kamu kembali.”

Itulah enam tips yang dapat kamu ikuti agar kamu bisa memilki kualitas hidup yang baik dengan menjalankan work life balance.

Intinya, segala sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik, termasuk bekerja terlalu keras. Yang perlu kamu ingat selain mencukupi kebutuhan hidup dengan bekerja, kehidupan lainya juga perlu di imbanggi. Beristirahat dengan cukup dan terus menjaga kesehatanmu dengan melakukan aktivitas di luar pekerjaan.

Ingat selalu untuk dapat mmebagi kehidupan mu dalam dunia pekerjaan dan juga dalam kehidupan sehari-hari dengan melakukan aktifitas normal. Semoga tips di atas mmebantu mu mewujudkan work life balance.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *