December 1, 2022

4 Alasan Mengapa Merasa Insecure Itu Gak Ada Gunanya

Manusia adalah makhluk sosial, gak bisa dipungkiri lagi kalau kita pasti butuh hidup berdampingan. Selama hidup berdampingan, pasti kita  merasa bahwa hidup kita jadi aman dan menyenangkan. Tapi, adakalanya hidup dengan banyak orang disekitar malah membuat kita tidak bahagia. Karakter setiap orang biasanya memang berbeda. Namun, mungkin aja kamu pernah ketemu sama orang yang ngebuat kamu merasa rendah. Sampai-sampai, pernah gak sih kamu mikir kalau kamu itu sampah? Ngerasa jadi orang paling buruk sampai akhirnya kamu gak semangat lagi dalam menjalani hidup. Nah, mungkin kamu lagi ngerasa yang namanya insecure.

Bagi kamu yang gak tahu apa itu insecure, Menurut AloDokter, Insecure merupakan perasaan cemas, tidak mampu, dan kurang percaya diri yang membuat seseorang merasa tidak aman. Ada beberapa ciri yang menandakan kamu itu sedang memiliki perasaan insecure. Yaitu, mencoba membuat orang lain merasa insecure, menceritakan pencapaian diri sendiri setiap saat, atau menyalahkan diri sendiri bila suatu hal tidak berjalan sempurna.

Hal itu memang mengganggu banget sih. Nah, ternyata merasa insecure itu bisa jadi gak baik buat tubuh terutama secara mental. Sebagai contoh, depresi, kecemasan, paranoid, dan gangguan makan. Aduh, kalau efeknya sampai semengerikan itu, berarti insecure ini adalah sesuatu yang sangat berbahaya. Tapi jangan panik, kamu tahu gak? Kamu gak sendirian kok! Semua orang juga pasti mengalami yang namanya insecure. Namun, jangan sampai hal itu berkepanjangan dan malah ngerusak hidup kalian. Nih, 4 alasan mengapa merasa insecure itu tidak ada gunanya:

1. Buang-buang waktu dan tenaga

Setiap orang pasti memiliki kemampuan untuk menggunakan waktu sebaik mungkin dan memaksimalkan potensi yang ada dalam diri. Namun, sebagian dari kita tidak dapat melakukan itu semua. Alasannya dapat bermacam-macam, mungkin aja kamu udah lelah sama pekerjaan yang menumpuk atau kamu emang lagi sakit. Tapi, itu juga bisa loh disebabkan oleh insecurity kamu sendiri.

Contohnya, saat mengerjakan tugas kuliah sebenarnya kamu udah puas saat lihat  hasil tugasmu sendiri. Tapi, saat kamu lihat tugas teman yang mempunyai  nilai yang lebih, disitulah kamu jadi merasa insecure. Lalu, kamu akan bertanya kepada diri sendiri, “kok dia bisa bagus banget sih hasilnya? sedangkan aku kok gak bisa seperti dia?” Akhirnya, perasaan buruk itu terus menempel pada pikiran kita dan kita akan merasa bahwa usaha kita sendiri akan menghasilkan sesuatu yang buruk di kemudian hari.

Saat pemikiran seperti itu ada terus di benak kalian, maka pikiran kalian juga akan sibuk memikirkan bahwa orang-orang diluar sana akan selalu menghasilkan yang lebih baik dari kita. Dengan begitu, maka kita akan merasa rendah diri dan membentuk perilaku self-sabotage yang penuh pesimis dan  lambat laun merusak hidup kita. Perilaku seperti ini lah yang membuang waktu dan tenaga. Dengan berpikir seperti itu, selain menghabiskan waktu, kita pun akan lelah terlebih dahulu secara mental sebelum membuat sesuatu.

Kalau sudah terlanjur seperti ini, tanda kita harus butuh bantuan. Kita bisa dapat pertolongan dari mana saja kok, bisa dari pihak profesional seperti psikolog atau bisa mulai dari diri sendiri juga. Sadari bahwa insecure itu tidak baik buat kamu, itu cuma menghambat kamu buat memaksimalkan waktu dan tenaga yang kita punya. Daripada kamu insecure, mending cari hal-hal lain yang lebih bermanfaat dan membuat kamu sendiri bahagia. Misalnya, olahraga, meditasi, atau sekedar luangin waktu sama keluarga.

2. Potensi dirimu bakal terpendam

Setiap manusia pasti dianugerahkan kemampuan untuk dapat menggali potensinya masing-masing sebaik mungkin. Dengan begitu, maka kita akan merasa bahwa kita telah menjalani hidup selayaknya manusia dan perasaan seperti itu akan membuat kita lebih bahagia. Namun, beberapa kejadian dapat membuat kita untuk sulit mengembangkan potensi diri. Salah satunya bisa jadi karena kita merasa insecure duluan sebelum mencoba.

Bayangin aja, gara-gara temen-temen satu tongkrongan kamu udah pada sukses let’s say ada yang jadi pengusaha misalkan. Saat kamu diajak untuk kumpul buat diajakin bisnis, kamu malah nolak karena kamu merasa gak pantes buat diajakin jadi partner bisnis. Disitulah potensi kamu terbuang sia-sia.

Jika kamu mau untuk diajak wirausaha bareng temen kamu, ada kemungkinan kamu  bisa ikut sukses seperti teman kamu. Tapi, pada akhirnya kamu jadi kehilangan kesempatan yang sebenarnya bisa digunain buat ngembangin potensi dalam diri. Kalau perasaan ini udah ganggu banget hidup  kamu. Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu tingkatin self-esteem dalam diri kamu.

Caranya gak sulit kok! Kamu bisa mulai tanamkan dalam diri bahwa kamu itu bisa melakukan apa yang kamu inginkan dengan ngomong positif sama diri sendiri. Lalu, kamu bisa menganalisa kemampuan yang dimiliki, harus diingat bahwa semua orang pasti memiliki kelebihan diri. Yang terakhir, kamu bisa coba untuk kasih tantangan ke diri sendiri. Kamu bisa coba untuk coba belajar hal baru yang mungkin masih terasa asing bagi kamu. Intinya segera sadari jika insecure cuma menghambat potensi diri kamu sendiri.

3. Orang lain belum tentu sempurna

Tentunya kita pasti punya hasrat untuk hidup sebaik mungkin. Kita juga pasti pernah mendambakan hidup yang sempurna, kalau dipikir sih enak banget punya hidup begitu. Tapi, pernah gak sih saat kita lihat teman-teman posting jalan-jalan, makan-makan, atau  sekedar berkumpul sama orang lain di sosial media mereka, kita mungkin berpikir kalau hidup mereka kok senang-senang melulu. Lalu, saat melihat kepada hidup sendiri, kita langsung merasa bahwa hidup kita buruk dan gak bisa sebahagia mereka. Kemudian, kita pun merasa bahwa hidup ini gak adil. Pokoknya menyedihkan deh.

Ada pula kejadian dimana kita bisa merasa buruk saat kumpul-kumpul reuni bareng teman-teman. Kalian mungkin udah berharap saat nanti waktunya kumpul, kamu bisa ketawa-ketiwi bareng mereka. Tapi, pada kenyataannya, teman-temanmu malah pada bahas pencapaian mereka sendiri dan kamu yang merasa bahwa pencapaianmu belum setinggi mereka langsung merasa insecure. Akhirnya, bukannya bersenang-senang, suasana hatimu malah jadi kacau.

Nah, jika kamu merasa minder liat orang lain, sadari bahwa yang semua orang perlihatkan ke dunia luar itu cuma hal yang baik-baiknya aja. Apapun yang diposting di sosial media atau diomongin waktu kumpul-kumpul itu cuma sebagian dari keseluruhan hidup mereka. Sadari bahwa gak ada hidup yang sempurna, gak akan mungkin juga mereka memperlihatkan kekurangan mereka. Ingat pula, sebisa mungkin hindari teman-teman yang sekiranya toxic, karena itu akan memperburuk hidupmu. Teman yang baik adalah teman yang tidak akan membuat kamu insecure dengan sengaja.

Jika kamu masih sulit untuk menghilangkan insecure kalau ngelihat teman-teman di sosial media. Kamu bisa kok untuk rehat sejenak dan memutuskan puasa sosial media, itu adalah langkah yang bagus demi kesehatan mental. Kemudian, jika kamu merasa buruk liat pencapaian teman, coba untuk berpikir dengan penuh kesadaran bahwa setiap orang punya jalan hidup masing-masing sehingga situasi dan kondisi setiap orang pun pasti berbeda-beda.

4. Kamu itu berharga

Seorang yang merasa insecure, gak dipungkiri lagi kalau itu pasti membuat orang tersebut jadi rendah diri dan gak merasa berharga. Ini udah pasti mengganggu keseharian, membuat kita jadi gak produktif ngejalanin hari-hari. Ternyata, manusia itu memang butuh untuk merasa dihargai. Dengan itu, maka kita akan merasa menjadi manusia seutuhnya yang layak untuk hidup.

Sebuah penelitian dari American Psychological Association yang dikutip oleh Kompas.com menyatakan bahwa memiliki harga diri yang tinggi adalah hal yang penting dalam membangun kesehatan dan kesejahteraan mental yang positif. Dengan ini, harga diri dapat menjadi senjata yang ampuh dalam mengembangkan keterampilan mengatasi, menangani kesulitan, dan menempatkan hal negatif ke dalam sudut pandang berbeda. Dengan perasaan positif, kita akan dapat mudah beradaptasi dan menyesuaikan dengan tantangan hidup.

Tapi, cara kita memandang harga diri itu beda-beda loh. Kita biasanya menemui bahwa merasa berharga itu ditentukan dari seberapa kita dihormati  oleh orang lain, seberapa banyak prestasi yang dimiliki, atau seberapa jauh kita sukses. Ternyata,  hal itu tidak sepenuhnya benar dilakukan. Menggantungkan sesuatu yang diluar kontrol kita itu gak baik.

Ada sebuah studi yang dilakukan kepada mahasiswa dari University of Michigan yang telah dikutip oleh SatuPersen.net menyatakan bahwa orang yang mengaitkan harga dirinya dengan hal-hal di luar diri, seperti performa akademik, persetujuan orang lain, cenderung mengalami lebih banyak stress, kemarahan, masalah akademis, dan konflik hubungan. Sebaliknya, studi ini juga menyebutkan bahwa bagi orang-orang yang mengaitkan harga diri miliknya dengan hal-hal dalam diri justru memiliki nilai yang lebih tinggi dan hidup yang lebih sehat. Penting banget jika kamu tahu bahwa sebenarnya kamu itu berharga. Dengan tidak membandingkan diri ke orang lain dan fokus kepada apa yang kamu punya, itu udah cukup kok.

Masih mau merasa insecure terus?

Nah, sekarang kalian udah tahu kan bahwa sebenarnya insecure itu tidak ada gunanya. Wajar kok jika kamu sempat kepikiran begitu. Tapi, itu bukan berarti kamu harus berkutat di dalam perasaan seperti itu terus-menerus. Kita bisa sadar bahwa insecure itu cuma buang-buang waktu dan tenaga, harusnya itu semua dioptimalkan oleh kita semaksimal mungkin agar  hidup menjadi lebih baik. Kemudian, jangan biarkan insecure membuat potensi diri kamu sendiri tenggelam, dengan meningkatkan kepercayaan diri kamu bisa kok keluar dari belenggu yang ada. Lalu, kehidupan orang lain itu gak sebaik yang kita bayangkan. Kita semua sama kok, gak ada yang sempurna. Dalam hidup pasti aja ada senang dan susah, kelebihan dan kelemahan, atau keuntungan dan kesialan. Dengan fokus ke dalam diri sendiri, itu dapat membuat kita gak gampang insecure-an.  Terakhir, tanamkan dalam diri bahwa diri kita itu berharga. Jangan sampai gara-gara fokus sama hal-hal eksternal, malah membuat  diri kita buruk.

Yuk mulai fokus kepada diri sendiri, senangkan diri sendiri, dan cintai diri sendiri. Mulai sekarang kita harus jauhi insecurity dari diri kita sendiri. Daripada melihara perasaan insecure, mending melihara kambing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *